Tips Sukses Bekerja dari Rumah

“Working From Home” atau bekerja di rumah, sudah  tidak asing lagi sejak era digital internet semakin berkembang. Surrogate, film yang dibintangi Bruce Wills, merupakan film yang mungkin visualisasi “Working From Home” dalam sudut pandang masa depan. Working From Home merupakan istilah yang sering dipakai untuk menyebut seseorang yang bekerja dengan mengandalkan computer untuk menjalankan bisnis yang dikendalikan dari rumah. Biasanya mereka adalah pengelola situs, blogger, freelancer, script hunter dan pelaku bisnis online. Beberapa orang tertarik dengan metode bisnis ini karena mereka tidak perlu pergi kemana-mana untuk mendapatkan uang. Artinya memiliki waktu lebih dengan keluarga, tidak perlu stress memikirkan persaingan jabatan di kantor, tidak terikat disiplin kerja. Padahal, sebenarnya Working From Home, tidak berbeda dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja kantoran, hanya saja memiliki tempat bekerja yang berbeda. Nellie Akalp, seorang CEO CorpNet.com, memberikan beberapa tips mengenai cara menjalankan bisnis tersebut sehingga Anda tetap bisa bekerja secara optimal:

1. Hargailah Waktu Pribadi Anda. Ketika Anda bekerja di kantor, secara alamiah keluarga dan sahabat pun akan menghormati jam kerja Anda, semisal tidak menghubungi ketika masih dalam jam kerja. Namun, lain halnya ketika Anda termasuk orang yang bekerja dari rumah, mungkin saja Anda akan mendapatkan panggilan atau kedatangan tamu pada pukul 11:00, dimana sebenarnya jam kantor masih berlaku. Hal ini pun tentunya akan menjadi kesulitan bagi Anda yang tengah bekerja, sementara Anda pun tak ingin mengecewakan tamu yang datang. “Orang lain akan menghargai waktu bekerja jika Anda pun menghargai waktu bekerja Anda sendiri,” tegas Nellie.

2. Luangkan Waktu Demi Tujuan Khusus. Adakalanya Anda kehilangan focus saat tengah bekerja, sebaiknya luangkan waktu beberapa saat terlebih dahulu, untuk mengalihkan perhatian selain pekerjaan Anda. Biasanya inspirasi akan kembali hadir jika Anda sudah merasa cukup nyaman untuk mengerjakanya.

3. Terapkan Disiplin Ketat. Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa satu pekerjaan yang sulit bisa Anda selesaikan dalam waktu singkat hanya karena Anda dikejar deadline, sementara adakalanya pekerjaan sederhana lainnya menghabiskan waktu berjam-jam. Guna memahami masalah ini, Nellie mengajak untuk mengingat kembali mengenai hukum Parkinson dalam manajemen waktu. Hukum tersebut menjelaskan bahwa suatu tugas akan dianggap semakin berat sesaui dengan waktu yang Anda berikan untuk menyelesaikannya. Analognya, jika Anda mengalokasikan waktu seminggu untuk tugas yang dapat diselesaikan dalam tempo 1 jam, maka tugas tersebut akan meningkat tingkat kerumitannya. Nellie mengajak untuk memerangi kebiasaan tersebut. Maka dari itu, dia menyarankan untuk membuat tenggat waktu atau deadline ketika mengerjakan segala sesuatu. Hal ini terbukti sangat berguna, karena secara tidak langsung Anda pun akan termotivasi untuk menyelesaikannya.

4. Matikan Komputer. JIka Anda mengalami kebuntuan ketika mengerjakan sesuatu, maka ada baiknya matikan komputer Anda terlebih dahulu. Anda bisa mencari inspirasi di luar rumah, selain itu tentu saja hal ini akan menghemat pengeluaran biaya listrik.

5. Ruangan Khusus. Sebaiknya dibuat ruangan kerja khusus sehingga Anda tidak mendapat gangguan ketika tengah bekerja. Hal ini akan menolong Anda lebih focus ketika tengah beraktivitas, selain itu juga bisa mengurangi godaan waktu pribadi Anda.

6. Audit Waktu Kerja. Penting untuk melakukan audit terhadap waktu kerja yang Anda habiskan sehari-hari. Dengan begitu Anda bisa memperoleh penjelasan labih mendalam mengenai workflow kinerja Anda. Tentunya hal ini bisa Anda manfaatkan juga sebagai bahan koreksi selanjutnya.

7. Membuat Daftar Tugas. Setelah mengetahui alokasi waktu yang Anda habiskan setiap hari, alangkah baiknya Anda membuat daftar tugas yang hendak Anda selesaikan keesokan harinya. Semacam target-target yang hendak dicapai kemudian.

8. Jangan Terlalu Kejam Pada Diri Sendiri. Tak ada yag menyangkal bahwa bekerja adalah hal yang positif, semua orang pun pasti menginginkan dirinya segera memperoleh pekerjaan, karena pekerjaan sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk membiayai kehidupan Anda. Namun tidak bijak jika Anda menghabiskan waktu selama hidup Anda hanya untuk bekerja. Jangan kejam pada diri sendiri, tapi luangkan waktu juga untuk orang-orang terdekat Anda. “Anda tidak hanya akan merasa lebih bahagia tapi juga yakin bahwa Anda akan menjadi lebih produktif,” ujar Nellie.

Sumber : http://tipsanda.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s